Spectro Indonesia Fuel Dilution Meter FDM 6000 & FDM 6001

Fuel Dilution Meter On-Site: FDM 6000 & FDM 6001

Deteksi cepat kontaminasi bahan bakar di oli mesin—sesuai ASTM D8004, akurat, dan praktis di lapangan.

ASTM D8004 (SAW Headspace) Tanpa Pelarut Hasil < 3 menit*

Fuel dilution menurunkan viskositas, melemahkan film pelumas, dan meningkatkan risiko wear. FDM 6000 & FDM 6001 memberi solusi portabel untuk mengukur kadar bahan bakar pada oli in-service secara cepat—langsung di area kerja.

Fungsi Utama

  • Mengukur kadar fuel dilution (% v/v atau mass, sesuai kalibrasi) untuk bensin, diesel, hingga jet fuel.
  • Prinsip headspace + Surface Acoustic Wave (SAW)—respon sensor dikonversi menjadi % fuel.
  • Rentang tipikal lapangan: ~0,2–15% dengan LOD ~0,2%.
~0,2%
Limit Deteksi
<3 mnt
Waktu Hasil
On-site
Tanpa Pelarut

Standar ASTM Terkait

  • ASTM D8004 – Metode SAW headspace untuk pelumas in-service.
  • ASTM D3524 / D3525 / D7593 – Acuan GC laboratorium untuk diesel/bensin/biodiesel (korelasi & verifikasi).
  • ASTM D6708 – Evaluasi kesepadanan/korelasi antarmetode.

Cara Penggunaan

  1. Isi vial sekali pakai dengan ±0,5 mL oli, tutup rapat.
  2. Masukkan vial ke FDM; jarum “fang” menembus tutup & menarik headspace ke sensor SAW.
  3. Baca % fuel di layar; beri Sample ID & export data via USB bila perlu.
*Waktu aktual bergantung pada viskositas & suhu sampel. Gunakan vial baru untuk meminimalkan carry-over.

FDM 6000 vs FDM 6001

Model Kalibrasi Kegunaan
FDM 6000 Profil tunggal Armada homogen / satu jenis fuel
FDM 6001 Multi-profil Armada campuran (bensin/diesel/jet) / beberapa formulasi oli

Korelasi & QA/QC

Hasil FDM menunjukkan good agreement terhadap GC (ASTM D3524/D3525/D7593) pada kisaran operasional lapangan. Untuk validasi program, terapkan ASTM D6708 dalam evaluasi korelasi & bias.

Kehandalan & Keakuratan

  • Repeatability lapangan umumnya ≤5% RSD, LOD ~0,2%.
  • Akurasi praktis memadai untuk screening cepat; gunakan GC sebagai referee bila dibutuhkan.
  • Portabel, baterai internal, data logging, ekspor USB.

Hasil yang Dilaporkan

  • % Fuel Dilution per sampel (mis. 0,8%; 3,2%; dst.).
  • Metadata: Sample ID, waktu/tanggal, profil kalibrasi, catatan operator.
  • Rekomendasi: tetapkan ambang internal (mis. 1,5–2% bensin; 2–3% diesel—sesuaikan OEM) dan integrasikan ke tren bersama viskositas, wear metals, soot.

Catatan: Spesifikasi performa dapat bervariasi bergantung model/kalibrasi. Sesuaikan kebijakan ambang dengan standar OEM & program condition monitoring Anda.